10 Gambar Yang Sangat Aneh di Google Earth

10 Gambar Yang Sangat Aneh di Google Earth

10 Gambar Yang Sangat Aneh di Google Earth

10 Gambar Yang Sangat Aneh di Google Earth

Google Earth mengumpulkan gambar dari berbagai sumber. Ada yang dari satelit di orbit geosinkron (yang mengambil foto resolusi rendah dari puluhan ribu mil di atas Bumi).

Ada dari satelit yang berjarak lebih dekat ke Bumi (yang menangkap bidikan beresolusi lebih tinggi), dan bahkan foto udara yang diambil dari pesawat terbang, layang-layang, drone dan balon udara.

Citra satelit Google Earth tersedia untuk siapa saja yang mengunduh perangkat lunak tersebut dalam ponsel pintarnya. Selain masyarakat awan, perangkat ini pun dimanfaatkan oleh para arkeolog untuk memetakan atau menentukan koordinat dari sebuah sumber daya di Bumi.

Dari struktur misterius yang terukir di Gurun Gobi, hingga pulau hantu di Pasifik Selatan, berikut 10 penampakan misterius yang tertangkap Google Earth.

1. Swastika yang Terpencar-pencar

Google Earth

Para ilmuwan menemukan lebih dari 50 geoglyph di seluruh Kazakhstan utara di Asia Tengah, termasuk desain berbentuk swastika seperti gambar di atas.

Meskipun telah diketahui bahwa simbol swastika itu dibuat dari kayu, banyak geoglyph yang dibentuk dari gundukan tanah.

Sementara itu, geoglyph tampaknya berasal dari 2.000 tahun yang lalu. Pada masa tersebut, swastika bukanlah sesuatu yang asing di seluruh Eropa dan Asia, tapi tidak berafiliasi dengan kepercayaan politik apa pun.

2. Pulau di Tengah Danau atau Danau di Tengah Pulau?

Google Earth

Gambar Google Earth satu ini disebut pulau-di danau-di pulau-di danau-di pulau. Google Earth menangkap tempat yang menunjukkan sebuah pulau kecil di dalam danau kawah yang ada di sebuah pulau bernama Pulau Volcano (yang berlokasi di sebuah danau bernama Danau Taal) di Pulau Luzon, Filipina.

3. Roda Aneh

Penampakan di Goole Earth

Google Earth telah memata-matai beberapa ‘karya seni alam’ yang terukir di permukaan planet ini, termasuk struktur tanah berbentuk roda yang mungkin berusia sekitar 8.500 tahun, menjadikannya lebih tua dari geoglyph yang ditemukan di Peru: Nazca Lines.

Desain roda tersebut bercabang, menghiasi Azraq Oasis (wilayah milik Jordan), dan tampaknya diposisikan sedemikian rupa sehingga sejajar dengan matahari terbit di titik balik matahari musim dingin.

Sebuah tim ilmuwan Aerial Photographic Archive for Archaeology in the Middle East (APAAME) telah menyelidiki struktur roda tersebut (juga dikenal sebagai “works of the old men”) dengan citra satelit yang tersedia melalui Google Earth.

Bentuk roda-roda itu bervariasi, beberapa jari-jari roda ada yang berpusat di tengah, tetapi ada pula yang memiliki satu atau dua ruji dan bahkan berbentuk kotak, persegi panjang atau segitiga.

4. Pulau Hantu

Google Earth

Pada 2012, sekelompok peneliti Australia menemukan sebuah pulau tak berpenghuni dan belum terjamah manusia, seukuran Manhattan, di Pasifik Selatan.

Tempat misterius bernama Sandy Island tersebut muncul di peta, sebelah barat laut Kaledonia Baru. Nusa itu bahkan muncul sebagai poligon hitam di Google Earth.

Namun, ketika para ilmuwan berlayar ke sana untuk meneliti pada November 2012, mereka justru menemukan perairan terbuka, alih-alih tanah padat.

Dalam sebuah obituari untuk pulau ini, yang diterbitkan pada April 2013, para peneliti menjelaskan mengapa “Pulau Hantu” tersebut telah dimasukkan pada beberapa peta selama lebih dari satu abad: ada kesalahan manusia (human error).

5. Pentagram yang Membingungkan

Google Earth

Di stepa yang ada di Asia Tengah, di sudut terpencil Kazakhstan, ada pentagram besar, berdiameter sekitar 1.200 kaki (366 meter), terukir di permukaan Bumi.

Bintang lima sudut yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran ini, terletak di pantai selatan Upper Tobol Reservoir. Ketika muncul jelas di Google Maps, ternyata Google Earth punya versi yang lebih terperinci.

Banyak komentar daring yang menghubungkan situs itu dengan iblis, sekte keagamaan tertentu, atau penghuni dunia lain.

Namun rupanya, pentagram itu adalah garis besar taman yang dibuat dalam bentuk bintang –ditandai oleh jalan raya yang sekarang dipagari dengan pohon, agar membuat bentuk bintang lebih berbeda dalam foto udara.

6. Situs Peluncuran Nuklir yang Terbengkalai

Google Earth

Rudal Nike, yang merupakan peluru kendali supersonik tanah-ke-udara, siap diluncurkan di hampir 300 lokasi di seluruh Amerika Serikat selama tahun 1954 hingga 1970-an.

Beberapa senjata itu bahkan membawa hulu ledak nuklir. Rudal-rudal itu menjadi usang dengan munculnya rudal balistik antarbenua jarak jauh (ICBM).

Sekarang, David Tewksbury, seorang spesialis GIS (sistem informasi geografis) di Hamilton College di New York, berharap untuk melestarikan catatan visual dari tempat peluncuran rudal Nike sebelum menghilang –baik sebagai hasil dari reklamasi alam, digunakan kembali oleh militer, atau dibangun ulang.

Rencananya adalah untuk membangun database yang direferensikan secara geografis, sehingga siapa pun dapat meneliti situs-situs rudal Nike melalui Google Earth.

7. Suriah yang Penuh Lubang

Google Earth

Perang saudara di Suriah telah mengancam ratusan situs arkeologi, termasuk pada keenam Situs Warisan Dunia UNESCO di negara itu, yang dianggap sebagai salah satu daerah tertua di dunia.

Satelit Google Earth menunjukkan banyak kehancuran ini, dengan beberapa citra aneh menunjukkan kerusakan di Apamea. Di sana, gambar-gambar Google Earth menunjukkan bahwa seluruh kota Romawi kuno telah dibubuhi lubang-lubang oleh para penjarah sejak dimulainya perang saudara.

“Itu tampak seperti permukaan Bulan,” Emma Cunliffe, seorang peneliti arkeologi di Durham University di Inggris, yang telah menerbitkan laporan yang mendokumentasikan kerusakan arkeologis di Suriah. “Dalam delapan bulan, area yang dijarah melebihi total area yang digali. ”

8. Kuburan Pesawat Perang Dunia II

Google Earth

Pangkalan Angkatan Udara Davis Monthan di Tucson, Arizona, adalah tempat pesawat militer AS yang usang ‘dimakamkan’.

Dijuluki “the boneyard,” kuburan baja seluas 2.600 hektar ini terletak pada koordinat 32 08’59.96 “N, 110 50’09.03” W ditutup untuk umum, tetapi Google Earth berhasil mengabadikan gambar ‘makam’ itu dengan resolusi tinggi.

Di sana, setiap pesawat militer yang telah ‘pensiun’ sejak Perang Dunia II (dari B-52 StratoFortress hingga F-14 Tomcat) sedang dalam berbagai tahap pembusukan.

9. Huruf Raksasa

Google Earth

Hamad bin Hamdan al Nahyan, miliarder Sheikh dan anggota keluarga yang berkuasa di Abu Dhabi, namanya diukir di permukaan berpasir di Pulau al Futaisi, sebuah nusa miliknya pribadi di Teluk Persia.

Dengan lebar setengah mil dan panjang 2 mil, huruf-huruf berbunyi “HAMAD” itu mungkin menjadi yang terbesar di dunia. Abjad-abjad ini terlihat dari angkasa luar.

Biasanya, kata-kata yang ditulis dengan pasir akan hanyut bila tersapu air, terlebih berada di pinggir pantai. Namun, huruf-huruf itu cukup besar untuk membentuk saluran air yang menyerap gelombang laut.

10. KFC

Google Earth

Banyak sekali iklan mulai bermunculan di daerah-daerah terpencil, sebuah konsep yang dikenal sebagai “mapvertising.”

Logo Coca-Cola terbesar di dunia, misalnya, dapat dilihat di lereng bukit di Chili (dikatakan terbuat dari 70.000 botol cola kosong).

Gambar di atas, seluas 87.500 kaki persegi, Kolonel Sanders (logo KFC) muncul di koordinat 37.646163 ° N, 115.750819 ° W tak jauh dari Extraterrestrial Highway di Nevada.