19/11/2019 1:07 pm
Bayi Anda Gemar Mengisap Jari? Ini Efeknya, Moms

Bayi Anda Gemar Mengisap Jari? Ini Efeknya, Moms

Bayi Anda Gemar Mengisap Jari? Ini Efeknya, Moms

Bayi Anda Gemar Mengisap Jari? Ini Efeknya, Moms

7MeterMoms, pernahkan Anda menyaksikan Si Kecil tengah asyik mengisap jari-jari mungilnya? Sekilas, tingkah lakunya memang tampak menggemaskan. Tapi bagaimana andai bayi Anda enggan menghentikan kelaziman mengisap jarinya tersebut?Bayi Anda Gemar Mengisap Jari? Ini Efeknya, Moms.

Percaya atau tidak, bayi bahwasannya sudah mulai belajar guna mengisap jempolnya semenjak masih berada dalam kandungan, tepatnya sekitar umur kehamilan pekan ke-29. Setelah lahir, bayi masih bakal meneruskan kebiasaannya sekitar tiga bulan kesatu kehidupannya.

Berbahaya atau Tidak?
Kebiasaan Si Kecil mengisap jari pastinya kerap menciptakan Moms dan Dads khawatir. Sah-sah saja menilik jari-jari mungil bayi kita tidak tidak jarang kali dalam situasi bersih. Faktor higienitas dapat memengaruhi kesehatan Si Kecil nantinya. Dari segi etika, kelaziman mengisap jari pun kurang enak dilihat. Terlepas dari kedua urusan tersebut, mengisap jari bahwasannya tidak berbahaya. Akan tetapi andai dibiarkan, tentunya bakal mempunyai efek negatif pada pertumbuhan Si Kecil.

Moms pastinya perlu memperhatikan sekali hal ini, khususnya andai Si Kecil ialah pengisap ibu jari aktif. Bagaimana teknik mengetahuinya? Coba kita tarik jari Si Kecil terbit dari mulutnya. Jika jari dapat keluar dengan lancar, maka bayi Anda tergolong pengisap jari yang pasif. Namun andai Anda memerlukan usaha tambahan untuk menerbitkan jari Si Kecil dan mendengar laksana suara meletup dari mulut bayi, dengan kata lain ia ialah pengisap ibu jari aktif. Biasanya, bayi kelompok inilah yang rawan terkena akibat negatif kelaziman mengisap ibu jari karena mereka ingin melakukannya secara agresif.

Moms butuh tahu, banyak sekali bayi meminimalisir intensitas mengisap ibu jari atau jarinya sesudah berumur 2 tahun. Akan tetapi bila Si Kecil terus melakukannya sesudah berumur 4 tahun, maka mereka rawan merasakan gangguan gigi permanen.

Efek Mengisap Jari
1. Pembentukan kalus

Saat diisap, kulit ibu jari bayi bakal terus-menerus bergesekan dengan lidah dan situasi ini mengakibatkan timbulnya tumpukan sel kulit mati (kalus) di atas jempolnya. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit karena ibu jari kehilangan kulit yang notabene lapisan pelindung, sampai-sampai anak rawan merasakan memar.

2. Paronikia

Paronikia adalah situasi saat bakteri menginfeksi akar kuku. Di kalangan masyarakat Indonesia, masalah ini dikenal dengan istilah cantengan. Hal ini terjadi saat tekanan isapan yang terus-menerus pada kuku memunculkan trauma kuku minor sampai-sampai ada celah kecil antara kuku dan kulit. Belum lagi bayi mempunyai kecenderungan mengunyah jarinya selagi mengisap. Efeknya, kuku dapat terluka dan luka sekecil apa pun dapat menjadi sarang bakteri penyebab infeksi.

3. Herpetic whitlow

Penyakit ini ialah infeksi kuku dan jari yang diakibatkan virus herpes. Bayi yang merasakan herpes oral tanpa sengaja dapat menyebarkan virus dari mulut ke tangan, saat ia mengisap jempolnya. Begitu virus tentang tangan, maka akan gampang menyerang kulit dan akar kuku sehingga memunculkan luka lepuh yang menyakitkan.

4. Gangguan ortopedik

Mengisap ibu jari atau jari dalam masa-masa lama dapat menciptakan jari merasakan deformitas, perkembangan tulang berlebih, dan dislokasi atau tidak lurusnya sendi.

5. Masalah gigi

Gigi tidak rapi, tonggos, atau crossbite (susunan gigi atas dan bawah bertolak belakang atau bertentangan dari normal). Hal ini dapat terjadi dampak tekanan pada jari yang terus-menerus dan gerakan mengisap yang dapat mendorong gigi Si Kecil ke arah depan.

Cara Mengatasi
Mengatasi kelaziman mengisap jari pada Si Kecil memang tidak mudah. Namun Moms dapat mengikuti langkah-langkah inilah ini.

• Kenali penyebabnya. Jika bayi seringkali mengisap ibu jari karena lapar atau bosan, yuk cari tahu pemicunya. Jika sebab lapar, pastikan bayi Anda santap teratur sampai-sampai mencegahnya kelaparan. Jika ia mengisap ibu jari karena lelah, Moms dapat langsung mengajaknya istirahat tanpa butuh mengisap jarinya. Jika sebab bosan, Anda dapat langsung mengajaknya bermain.

• Alihkan perhatiannya ketika gelagat guna mengisap ibu jari timbul. Caranya, Moms dapat mengajaknya bermain cilukba, bercerita, atau mengajaknya berbicara.

• Peringatan halus. Metode ini bisa diberlakukan guna anak yang sudah dapat mengerti larangan orang tuanya. Moms juga dapat menggunakan bahasa tubuh tertentu, seperti membubuhkan telunjuk di depan bibir guna mengingatkannya supaya tidak mengisap jarinya lagi. Jika ia menurut, tidak boleh lupa memujinya ya Moms.

• Jangan pernah menghukum Si Kecil atau mengerjakan tindakan fanatik seperti memakai plester atau obat pahit di jarinya. Hal ini akan menciptakan Si Kecil menjadi keras kepala dan makin intens mengisap jarinya.