23/01/2020 8:34 am
DeepMind Berhasil Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Teknologi AI

DeepMind Berhasil Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Teknologi AI

DeepMind Berhasil Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Teknologi AI

DeepMind Berhasil Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Teknologi AI

Pondok4d 7Meter – DeepMind, baru-baru ini berhasil mendeteksi kanker payudara dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). DeepMind sendiri merupakan perusahaan teknologi berbasis di Inggris yang dibeli Google pada 2014,

Meskipun kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum di derita kaum perempuan, deteksi dini sulit dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut. Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Engadget, Sabtu (4/1), DeepMind telah mengembangkan model AI yang dapat mengidentifikasi kanker payudara dari pemindaian dengan lebih sedikit tingkat positif palsu atau negatif palsu.

Perusahaan ini melatih AI-nya menggunakan data yang tidak diidentifikasi dari pasien di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, serta menunjukkan bahwa itu dapat mengurangi positif palsu sebesar 5,7 persen dan negatif palsu sebesar 9,4 persen di AS. Tidak seperti para ahli manusia, yang menggunakan riwayat pasien dan mammogram sebelumnya untuk membuat penilaian mereka, AI hanya membutuhkan akses ke mammogram terbaru dari setiap pasien.

Teknologi berbasis AI itu juga mampu membuat keputusan skrining dengan akurasi lebih besar dari para ahli, dan modelnya dapat digeneralisasi untuk populasi yang berbeda seperti wanita di AS atau wanita di Inggris.

Pengembang AI menekankan bahwa ini adalah penelitian tahap awal. Lebih banyak studi dan kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan tentu akan diperlukan sebelum sistem siap digunakan secara luas.

DeepMind telah digunakan pada masa lalu untuk keperluan medis dengan melihat penyakit mata hingga memprediksi penyakit ginjal. Namun kala itu, proyek tersebut menjadi kontroversial.

Pada 2017, terungkap bahwa Sistem Kesehatan Nasional Inggris (NHS) telah berbagi data dengan DeepMind berdasarkan dasar hukum yang tidak sesuai. Perusahaan menerima 1,6 juta catatan pasien tanpa persetujuan langsung dari pasien.

Hal ini melanggar undang-undang privasi, pengawas data Inggris, sehingga NHS memilih untuk terus bekerja dengan DeepMind tetapi untuk menganonimkan data pada masa depan.

Pada 2018, DeepMind di bawah inisiatif Google Health. Meski begitu, kekhawatiran tentang privasi tidak mereda ketika Google membubarkan dewan peninjau yang seharusnya mengawasi hubungan perusahaan dengan NHS.