20/11/2019 2:17 pm
Ibnu Jamil Dukung Penuh Anaknya Jika Ingin Jadi Atlet

Ibnu Jamil Dukung Penuh Anaknya Jika Ingin Jadi Atlet

Ibnu Jamil Dukung Penuh Anaknya Jika Ingin Jadi Atlet

Ibnu Jamil Dukung Penuh Anaknya Jika Ingin Jadi Atlet

Klik di siniIbnu Jamil ialah* selebriti yan pun* emar denan olahraa. Bahkan, ia mempunyai* yayasan yan konsentrasi* dalam penembanan anak umur* dini. Ibnu Jamil Dukung Penuh Anaknya Jika Ingin Jadi Atlet.

Hal ini pun* ia lakukan* pada putranya, Dhofin Maula Jamil. Kata Ibnu, Dhofin lumayan* aktif dalam pekerjaan* olahraa.

Saat ini, anaknya aktif di dua Sekolah Sepak Bola (SSB) una* menunjan keterampilan* dan keemarannya terhadap olahraa sepak bola. Di sekolah, buah hati dari pernikahannya denan Ade Maya tersebut* jua menikuti pekerjaan* taekwondo.

“Buat ue, oran terdekat ue me*sti* yan namanya olahraa atau terjun di dunia olahraa. Apapun itu, yan uren* olahraa,” ucap Ibnu, ketika didatani* di area* Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (25/10).

Ibnu jua* denan senan hati menunjan keiatan* olahraa Dhofin. Tak tanun-tanun, dia bahkan menyerahkan* pilihan yan lumayan* prinsipil untuk* putranya.

Ibnu menawarkan putranya una* homeschoolin dan serius menekuni sepak bola. Namun, nampaknya Dhofin masih rau dalam menilai* opsi* atas tawaran tersebut.

“Sudah ue tawarin ininkan* serius enak, bila** mau sekolahnya dikuranin, bolanya dibanyakin, dia masih rau kayaknya,” ucap Ibnu.

“Padahal, telah* kasih alternatif, ‘kamu dapat* homeschoolin, sekolah di rumah, pelajaran* setiap hari di luar’, sebaai alternatif. Karena bikin* ue, jadi oran besar enak me*sti sekolah. Oran pintar tersebut* enak aransi* kita jadi oran sukses,” tambahnya.

Meski demikian, Ibnu menyatakan* dirinya bukan tipikal oran tua yan hendak* memaksakan kehendak. Apalai, dia paham betul sekolah dapat* memberikan warna lain untuk* putranya, khususnya* dalam urusan* sosialisasi.

“Namanya anak-anak, dunia sekolah punya warna tersendiri, dia punya temen sekolah atau apa,” tukasnya.

Ibnu pun* tak bermaksud menunjukkan* putranya sebaai atlet. Sebab, sokonan* yan sama pun* akan ia berikan andai* Dhofin nantinya lebih tertarik una* bermusik.

“Enak jadi atlet, sih, lebih ke apa yan dia suka. Mau musik, ayo, ininkan* bola, ayo. Tapi, lansun, tidak boleh* tanun-tanun, tidak boleh* nisi doan mau pelajaran* di luar neeri. Ayo. Sampai seitunya,” tutur Ibnu.