22/01/2020 6:11 am
Ibu Ini Gorok Leher Putri Kandung hingga Tewas

Ibu Ini Gorok Leher Putri Kandung hingga Tewas

Ibu Ini Gorok Leher Putri Kandung hingga Tewas

Ibu Ini Gorok Leher Putri Kandung hingga Tewas

7MeterAlami depresi karena rawat putrinya yang menderita penyakit kejiwaan

Seorang ibu di Kediri tega membunuh anaknya sendiri lantaran kesal penyakit mental anaknya kambuh. Pelaku bernama Lasi ini merasa lelah hingga akhirnya mengalami depresi karena harus mengurus anaknya seorang diri. Sementara sang suami juga jatuh sakit karena menderita stroke. Lasi tega menggorok leher anaknya saat sedang tertidur menggunakan pisau hingga korban tewas.Ibu Ini Gorok Leher Putri Kandung hingga Tewas.

1.Kronologi pembunuhan

www.detik.com

Dilansir dari Detik.com, Jumat (27/12/19), seorang ibu di Kediri membunuh anak kandungnya sendiri. Si anak tewas setelah digorok lehernya oleh sang ibu. Ibu tersebut adalah Lasi (63), warga Dusun Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Sementara anak yang dibunuh adalah Putri Ulandari (18).

Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (27/12/19) kemarin pukul 16.30 WIB. Saat itu, Lasi melihat anaknya tertidur di kasurnya. Ia langsung mengambil sebilah pisau dapur. Lasi langsung mendekati tubuh anaknya dan menggorokan pisau tersebut ke leher korban hingga akhirnya tewas.

Kini kasus ini sedang ditangani Polres Kediri. Pelaku langsung digiring ke kantor polisi guna dimintai keterangan.

“Benar, kejadiannya sore tadi menjelang maghrib. Saat ini masih kami memintai keterangan keluarga korban, warga, dan terduga pelaku,” ucap Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar.

2.Korban ditemukan dalam kondisi berlumuran darah

www.merdeka.com

Kematian korban pertama kali diketahui sang kakak, Tini (31) tak lama setelah dibunuh Lasi. Saat itu Tini bermaksud melihat adiknya karena curiga sang adik tidur dengan sangat tenang. Biasanya korban akan gelisah apabila belum meminum obat penenang.

Saat masuk ke kamar korban, Tini melihat adiknya tidur menggunakan selimut dan wajah tampak pucat. Tini juga melihat sang ibu yang berada di samping korban. Ia langsung membuka selimut korban dan kaget melihat lumuran darah.

“Tadinya saya berniat melihat adik, tidak biasanya tidur sebelum minum obat, tapi ini kok tenang. Saat masuk saya lihat adik saya diselimuti kain, ketika dibuka sudah dalam kondisi berdarah dan tidak bernyawa,” jelas Tini, Jumat (27/12/2019).

Tini ketakutan melihat kondisi adiknya yang sudah tak bernyawa. Lantas ia keluar rumah mencari pertolongan ke tetangga. Peristiwa pembunuhan ini langsung dilaporkan ke kantor polisi terdekat.

3.Motif pembunuhan

www.detik.com

Kondisi korban yang merupakan anak bungsu dari pelaku ini memang mengalami kelainan mental sejak lahir. Pelaku sering merasa jengkel dan kelelahan merawat anaknya karena saat penyakit kejiwaannya kambuh, korban akan susah diatur.

“Jadi berdasar keterangan sejumlah saksi dan terutama pelaku, bahwa pelaku mengakui bahwa ia tega membunuh karena merasa jengkel dengan korban yang tidak bisa diatur dalam kehidupan sehari harinya,” ujar Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar.

“Pelaku dalam pengakuannya merasa capek mengurus anaknya yang dalam kondisi sakit fisik dan mental, sehingga sengaja memeluk dan mengajaknya tidur sebelum dibunuh dengan pisau dapur,” imbuh Gilang.

Polisi mengamankan pelaku ke kantor polisi. Sementara jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk diautopsi. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti 1 stel kaos merah korban, 1 stel celana pendek korban, bantal dan sprei berlumuran darah serta pisau yang digunakan untuk membunuh korban.