24/10/2019 6:07 am
Idap Kanker Ganas, Seorang Wanita Selalu Teteskan Obat Mata karena Hal Ini!

Idap Kanker Ganas, Seorang Wanita Selalu Teteskan Obat Mata karena Hal Ini!

Idap Kanker Ganas, Seorang Wanita Selalu Teteskan Obat Mata karena Hal Ini!

Idap Kanker Ganas, Seorang Wanita Selalu Teteskan Obat Mata karena Hal Ini!

7Meter Semua orang bisa menjadi sosok pahlawan bagi siapa pun dengan caranya masing-masing. Hal itu tentu saja meskipun ia bukan seorang aparat atau bahkan dalam kondisi sakit parah.

Seperti kisah Zhao, wanita asal Cina yang seorang penderita kanker ganas. Ia telah menjadi pahlawan bagi orang di sekitarnya pada akhir sisa hidupnya.

Zhao yang mengetahui kondisinya sakit parah dan akan meninggal kapan pun, sempat memiliki harapan ingin mendonorkan salah satu organ tubuhnya untuk orang lain.

Melansir dari World of Buzz, ia memilih menyumbangkan kornea matanya untuk seseorang setelah meninggal dunia. Zhao lantas membericarakan hal itu pada dokter yang menanganinya.

Dokter meminta Zhao selalu memakai obat tetes mata setiap hari guna menjaga kornea matanya. Benar saja, Zhao sungguh melakukan semua hal yang diperintah dokter untuk menjaga kornea matanya.

Ilustrasi kursi roda. (Pixabay/reidy68)

Bahkan, Zhao tetap melakukannya dalam kondisi tubuh yang sudah kesakitan sampai akhirnya meninggal dunia. Suami Zhao yang sudah tahu niatnya sebelum meninggal pun langsung membawanya ke rumah sakit dan menghubungi dokternya.

Dokter pun mengambil kornea mata Zhao yang hendak didonorkan. Dua hari kemudian, kedua kornea mata milik Zhao pun didonorkan pada 2 orang yang berbeda.

Dua orang tersebut yang tadinya buta bisa melihat dunia kembali berkat donor kornea mata Zhao. Pastinya, ini sangat mengharukan dan berarti buat mereka.

Li, suami Zhao pun langsung berusaha menemukan 2 orang penerima donor kornea mata istrinya. Ia ingin benar-benar memastikan bahwa kornea mata istrinya sangat bermanfaat bagi mereka berdua.

Ilustrasi operasi mata. [Shutterstock]

“Ini adalah keinginan terakhir istriku, dia pasti senang melihat kornea matanya sangat berguna,” kata Li.

Bahkan Li pun sampai menangis melihat seseorang yang menerima donor kornea mata istrinya. Ia berharap kisah istrinya ini menjadi contoh bagi orang lain bahwa banyak orang sakit dan membutuhkan donor organ tubuh.

Li juga berharap istrinya dapat istirahat dengan tenang setelah kornea matanya berguna bagi orang lain yang membutuhkan