Kasus Paksa Penumpang Wanita Tutup Aurat, American Airlines Minta Maaf

Kasus Paksa Penumpang Wanita Tutup Aurat, American Airlines Minta Maaf

Kasus Paksa Penumpang Wanita Tutup Aurat, American Airlines Minta Maaf

Kasus Paksa Penumpang Wanita Tutup Aurat, American Airlines Minta Maaf

 Maskapai American Airlines menyampaikan permintaan maaf atas tindakan krunya yang sudah mempermalukan penumpang yang bernama Doktor Latisha Rowe. Latisha Rowe yang berasal dari keluarga dokter tersebut, pada saat akan terbang dari Kingston, Jamaica ke Miami Florida, menerima perbuatan yang tak menyenangkan dari kru maskapai besar itu.

Dilansir laman CNN  Amerika Serikat, Rowe yang saat itu menggunakan romper atau busana ala musim panas yang bagian bahu dan pahanya memang terbuka, diminta menggunakan jaket sebelum dia dan putranya diperbolehkan masuk ke pesawat. Kejadian itu berlangsung pada 30 Juni 2019 lalu.

Pengacara Rowe, Geoffrey Berg menyebutkan bahwa dia tidak diperbolehkan naik ke pesawat, kecuali menggunakan jaket atau ada kain yang menutupi tubuhnya. Tak lama, kru memberikan selimut kepada Rowe agar menutup bagian tubuhnya.

Rowe, kemudian menggunggah di Twitter foto, saat dia menggunakan outfit-nya saat terbang dan meminta opini publik seberapa mengganggunya pakaian musim panas yang dia gunakan. Rowe menilai, dia jelas mengalami diskriminasi, lantaran menggunakan baju minim yang juga kerap ditemui digunakan oleh perempuan lain. Penolakan maskapai tak beralasan.

Ddigugat dan diviralkan lewat media sosial, pihak American Airlines kemudian meminta maaf atas tindakan rasis dan diskriminatif oleh krunya.

“Kami sungguh menjadikan pengaduan Dr Rowe perhatian serius dan sedang melakukan investigasi sial ini. Kami meminta maaf kepada Dr Rowe dan putranya yang merasa tidak nyaman atas semua ini dan kami akan mengembalikan penuh seluruh biaya tiket penerbangan. Kami selalu bangga melayani penumpang kami dari mana saja dan dari segala latar belakang,” dirilis pihak American Airlines.

Rowe juga menggugat American Airlines, karena dianggap sudah membuat putranya malu dan merasa terguncang. Dia mengatakan, begitu naik ke pesawat, putranya yang baru berusia delapan tahun langsung menangis dan menutup wajahnya dengan selimut.