13/12/2019 8:49 am
Kisah Kakek Penjual Bubur yang Hidup Sebatang Kara, Jualan dari Jam 3 Pagi Hingga Larut Malam Namun Hanya Seorang yang Beli

Kisah Kakek Penjual Bubur yang Hidup Sebatang Kara, Jualan dari Jam 3 Pagi Hingga Larut Malam Namun Hanya Seorang yang Beli

Kisah Kakek Penjual Bubur yang Hidup Sebatang Kara, Jualan dari Jam 3 Pagi Hingga Larut Malam Namun Hanya Seorang yang Beli

Kisah Kakek Penjual Bubur yang Hidup Sebatang Kara, Jualan dari Jam 3 Pagi Hingga Larut Malam Namun Hanya Seorang yang Beli

Seorang pria bernama Max Udomsak asal Bangkok, Thailand, membagikan sebuah postingan menyentuh di akun Facebook miliknya.

Dalam postingannya, Max bercerita tentang seorang kakek berusia 78 tahun yang berjuang memenuhi kebutuhan dengan menjual bubur seharga Rp 9 ribu.

Kakek tersebut hidup sebatang kara.

Istri dan anak-anaknya telah meninggal 2 tahun lalu.

Ia pun berjuang mencari nafkah sendirian setiap hari dengan menjual bubur daging babi.

Di tengah hujan maupun panas, sang kakek tetap membuka kedainya yang didirikan seadanya.

Mengutip World of Buzz, bubur kakek itu dijual dengan harga murah yaitu 20 baht atau Rp 9 ribu.

Jika tambah telur, pelanggan hanya perlu membayar sebesar Rp 11 ribu.

Sayangnya, meski bubur sudah dijual dengan harga murah, kedainya tetap sepi pelanggan.

Kadang-kadang sang kakek harus menunggu 3-4 jam untuk mendapatkan pelanggan.

Bahkan, ia pernah hanya mendapatkan seorang pelanggan setelah seharian berjualan.

Kakek penjual bubur’ (Facebook @Max Udomsak)

Karena bisnisnya tidak berjalan dengan baik, kakek ini tidak mampu membeli rumah.

Ia harus tinggal di rumah tua yang hanya beratapkan terpal.

Jika ingin mandi, kakek harus menggunakan kamar mandi rumah tetangganya.

Tak jarang, sang kakek kena omelan dan diusir oleh pemilik rumah.

Penampakan rumah kakek penjual bubur’ (Facebook @Max Udomsak)

Meski begitu, penjual bubur yang sudah tua renta ini tetap bekerja keras untuk bertahan hidup.

Mengutip World of Buzz, Jumat (2/8/2019), kakek ini mulai menjual bubur sejak 3 pagi sampai larut malam.

Max kemudian meminta netizen untuk membeli bubur sang kakek jika mereka berada di daerah itu.

Bukan hanya murah, menurut dia, bubur kakek ini juga sangat lezat.

Sejak diunggah, postingan Max telah dibanjiri ribuan komentar.

Beberapa di antaranya bahkan rela mendonasikan sebagian uang mereka untuk membantu sang kakek. (*)