19/09/2020 2:09 am
Masa Depan Mbappe Bisa Rusak jika Terlalu Sering Bertingkah seperti Neymar

Masa Depan Mbappe Bisa Rusak jika Terlalu Sering Bertingkah seperti Neymar

Masa Depan Mbappe Bisa Rusak jika Terlalu Sering Bertingkah seperti Neymar

Masa Depan Mbappe Bisa Rusak jika Terlalu Sering Bertingkah seperti Neymar

Pondok4d 7Meter. Kata orang-orang, masa depanmu bisa diintip dengan menunjukkan siapa teman-temanmu. Kata legenda sepak bola Prancis, Emmanuel Petit, kualitas Kylian Mbappe bisa menjadi bumerang jika ia dikelilingi orang-orang yang tak tepat.

“Ia harus hati-hati dengan sikapnya. Terlalu sering bertingkah seperti Neymar bisa merusaknya,” tegas Petit 

Sebelum menjejak ke Paris Saint-Germain, Mbappe mulai menunjukkan tanda-tanda kebintangannya bersama AS Monaco pada 2016. Ia punya andil dalam membawa Monaco menjuarai Ligue 1 2016/17. Itu adalah gelar juara pertama Monaco setelah 17 tahun.

Pada musim panas 2017, Mbappe mendarat ke PSG sebagai pemain pinjaman. Cerlang Mbappe kian menjadi bersama PSG. Klub asal Paris itu lalu memermanenkan kontraknya pada 2018/19.

Keputusan tersebut membuat PSG merogoh kantong sebesar 180 juta euro. Langkah itu tak naif. Di musim pertamanya sebagai pemain permanen, Mbappe mencetak 39 gol untuk PSG dalam 43 penampilannya di seluruh kompetisi.

Kualitas demikian membikin Petit percaya bahwa Mbappe adalah pemain hebat dengan kematangan skill dan teknik. Petit memprediksi bahwa modal tersebut dapat menopang karier Mbappe di masa depan.

“Mbappe berkembang dalam tiga musim ini. Ia datang ke ranah sepak bola dengan potensi luar biasa, seperti berlian yang belum diasah,” tutur Petit.

“Ia pemimpin di dalam dan luar lapangan. Statistiknya berkembang terus. Ia menunjukkan kematangan di banyak area,” jelas Petit.

Sampai di sini, semuanya terdengar baik-baik saja alias seperti tak ada yang salah dengan Mbappe. Namun, Petit melihat kecenderungan bahwa kebintangan Mbappe bisa menjadi senjata makan tuan.

Harapan dan puja-puji yang dilimpahkan padanya bisa menjadi beban tak penting. Kalau tak mawas diri, Mbappe bisa kehilangan kendali lantas menghancurkan kariernya sendiri.

“Terlepas dari segala kehebatannya, ia berulang kali mulai bertingkah menyebalkan. Mbappe terlalu memaksakan diri sehingga membuat keputusan yang keliru. Ia bahkan meresahkan rekan-rekan setimnya,” tutur Petit.

Mantan pemain Arsenal itu tidak mengada-ada. Ambil contoh pada awal Februari lalu, Mbappe dikritik oleh rekan setimnya, Angel di Maria.

Saat laga melawan Montpellier pada 2 April 2020, Mbappe ditarik Thomas Tuchel pada menit 68. Keputusan ini membuat Mbappe ngambek. Di Maria lantas menyebut bahwa Mbappe seharusnya menghormati keputusan pelatih.

Kadang kita lupa bahwa ia masih muda. Ia memang sudah membuktikan banyak hal hebat, tetapi kita selalu menuntut lebih. I luar biasa, masa depan yang cerah ada padanya,” jelas Petit.

“Namun, kita juga jangan terlalu menekannya. Keinginannya untuk memenangi Ballon d’Or saja bisa menyusahkan,” ujar Petit.