10/12/2019 11:00 am
Mengajarkan Keuangan Pada Anak

Mengajarkan Keuangan Pada Anak

Mengajarkan Keuangan Pada Anak

Mengajarkan Keuangan Pada Anak

Jika ada seeorang yang paling paham tentang pentingnya mengajarkan anak tentang tanggung jawab keuangan, dia adalah Warren Buffett, orang terkaya di dunia.

Sebelum menjadi CEO dari perusahaan Berkshire Hathaway yang mempunyai nilai saham termahal di dunia, investor legendaris ini mengawali kariernya dengan menjalani berbagai bisnis kecil sejak usia belia. Di usia enam tahun, Warren Buffett membeli enam pak kola seharga 25 sen dan menjual setiap kalengnya seharga satu nikel. Dia juga berjualan majalah dan permen karet dari pintu ke pintu.

“Ayah saya adalah inspirasi terbesar,” kata Warren buffett dalam wawancara dengan CNBC pada 2013 silam. “Apa yang saya pelajari di usia muda dari dia adalah bagaimana cara mempunyai kebiasaan yang benar sejak dini. Menabung adalah pelajaran terpenting yang ia ajarkan pada saya,” ungkap Warren Buffett.

Ketika ditanya apa kesalahan terbesar yang banyak dilakukan orang tua dalam mengajarkan anak mereka tentang keuangan, Warren Buffett mengatakan, banyak orang tua terlambat mengajarkan anak tentang keuangan.

“Terkadang orang tua menunggu sampai anak-anak mereka remaja sebelum mulai membicarakan soal mengelola keuangan. Padahal mereka bisa memulainya sejak anak di usia pra-sekolah,” bilang Warren Buffett.

Ya, Anda tidak salah baca. Sejak usia pra-sekolah atau 3-4 tahun. Warren Buffett yang dikenal sebagai investor paling andal di dunia berpendapat, dan dibuktikan oleh banyak penelitian, di usia tiga tahun otak anak mengalami perkembangan sebesar 80 persen.

Sebuah penelitian di Universitas Cambridge, AS, pun menyatakan, anak-anak sudah mulai bisa menyerap konsep keuangan dasar sejak usia tiga hingga empat tahun. Dan di usia tujuh tahun, konsep dasar yang berkaitan dengan perilaku keuangan masa depan biasanya sudah mulai berkembang.

“Kebanyakan orang tua sudah tahu betapa pentingnya mengajarkan anak mereka tentang uang dan bagaimana mengelolanya dengan benar. Namun ternyata ada perbedaan antara mengetahui dan melakukan,” Warren Buffett menyayangkan.