03/12/2020 11:36 am
Mengaku Jadi Korban Begal, Ternyata Mahasiswi Ini Lupa Bawa Pulang Motor karena Mabuk

Mengaku Jadi Korban Begal, Ternyata Mahasiswi Ini Lupa Bawa Pulang Motor karena Mabuk

Mengaku Jadi Korban Begal, Ternyata Mahasiswi Ini Lupa Bawa Pulang Motor karena Mabuk

Mengaku Jadi Korban Begal, Ternyata Mahasiswi Ini Lupa Bawa Pulang Motor karena Mabuk

Pondok4d 7Meter.LFL (24), mahasiswi asal Desa Kaliakah, Jembrana, Bali ditangkap polisi karena membuat laporan palsu.

Mahasiswi itu mengaku kehilangan sepeda motor karena dibegal tiga orang di Jalan Raya Singaraja-Denpasar pada Senin (13/7/2020)

Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa mengatakan, laporan pembegalan tersebut sempat viral dan meresahkan masyarakat.

“Kita periksa mendalam dan akhirnya mengakui bahwa seluruh rangkaian peristiwa (yang dilaporkan) adalah rekayasa,” kata Subawa di Mapolres Buleleng, Sabtu (18/7/2020).

Subawa menjelaskan, awalnya LFL pergi menuju Denpasar, Bali. Menggunakan sepeda motor, ia berjalan-jalan ke Pantai Kedonganan, Badung, Bali.

Di Pantai tersebut, LFL mabuk setelah minum beberapa botol minuman keras. Sempat tertidur, LFL bangun dan memesan aplikasi ojek online untuk kembali ke Singaraja.

Mahasiswi itu lupa membawa sepeda motor. LFL baru sadar sepeda motornya tertinggal di Kedonganan, saat tiba di Gitgit, Buleleng.

LFL tak langsung pulang ke rumah karena takut dimarahi orangtuanya. Ia memutuskan membuat laporan pembegalan fiktif ke kantor polisi.

Dalam laporannya, ia menyebut dibegal di Jalan raya jurusan Singaraja-Denpasar KM 13, Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Ia mengaku dicegat tiga orang tak dikenal dan ditodong dengan pisau. Lalu sepeda motor Mio Soul DK 6075 ZU miliknya dibawa kabur.

“Kemudian kasus ini viral sehingga menjadi fokus kami dari Polres Buleleng untuk mengungkap,” katanya.

Polisi lalu menyelidiki kasus ini dan menemukan motor yang dilaporkan hilang di Pantai Kedonganan, lengkap dengan kunci motor, dompet, dan jaket.

LFL lalu dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun keterangannya selalu berubah-ubah. Hingga akhirnya mengaku bahwa laporannya adalah fiktif.

Polisi belum memutuskan pasal yang disangkakan kepada LFL. Polisi mempertimbangkan pendidikannya di salah satu sekolah tinggi di Singaraja tak terganggu.

“Jika nantinya dia sungguh-sunggug menyesali akan mempertimbangkan untuk mengampuninya. Jadi kami tidak akan membuat pelaporan polisi model A,” kata dia.