21/09/2020 2:21 pm
Pasien Corona Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Indikasi Bagus untuk Indonesia

Pasien Corona Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Indikasi Bagus untuk Indonesia

Pasien Corona Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Indikasi Bagus untuk Indonesia

Pasien Corona Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Indikasi Bagus untuk Indonesia

Pondok4d 7Meter.Kabar gembira untuk warga Indonesia. Selasa, 21 April 2020 pemerintah kembali mengumumkan data terbaru mengenai jumlah pasien corona covid-19. Hasilnya, total jumlah pasien sembuh meningkat tajam menjadi 842 orang.

Juru bicara pemerintah untuk Corona Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan data terbaru dari kasus pandemi tersebut pukul 12.00 WIB. Terhitung, kasus positif bertambah sebanyak 375 menjadi 7.135, pasien sembuh bertambah 95 orang menjadi 842, dan meninggal dunia bertambah 26 menjadi 616.

“Sebaran pasien sembuh DKI 286 orang dengan kriteria klinis membaik, tidak ada keluhan, serta pemeriksaan laboratorium 2 kali dengan hasil negative, Jatim 100 orang, Sulawesi Selatan 73 orang, Jabar 75 orang, Jateng 51 orang, sisanya tersebar di 29 provinsi,” jelas Yuri dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Penambahan jumlah pasien corona covid-19 sembuh tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, salah satu upaya pemerintah ialah menambah jumlah laboratorium. Kini, sudah ada 37 laboratorium yang sudah aktif.

503.701 Spesimen Diperiksa

.

Sementara itu sudah ada 503.701 spesimen yang diperiksa. Hasilnya, sebanyak 7.135 kasus positif, 39.038 negatif, dan sisanya masih menunggu.

Dari pemeriksaan tersebut, akumulasi data pasien dari seluruh Dinkes Porvinsi didapatkan 186.330 orang dalam pemantauan (ODP) dan 16.763 pasien dalam pengawasan (PDP).

Seluruh Provinsi

Diketahui, virus Covid-19 sudah menyebar di seluruh provinsi dan 257 kabupaten/kota di Indonesia. Demi memperkecil proses penyebaran wabah tersebut, Yuri kembali mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.

“Banyak orang tanpa gangguan yang tidak bisa kita bedakan dengan yang ada gejala. Hindari kerumunan orang, jangan naik kendaraan umum yang penuh penumpang,” tutupnya.