18/09/2020 2:41 pm
Pembunuhan di Puncak Permai: Korban dan Pelaku Baru Kenal Sehari

Pembunuhan di Puncak Permai: Korban dan Pelaku Baru Kenal Sehari

Pembunuhan di Puncak Permai: Korban dan Pelaku Baru Kenal Sehari

Pembunuhan di Puncak Permai: Korban dan Pelaku Baru Kenal Sehari

Pondok4d 7Meter.Kasus pembunuhan di Apartemen Puncak Permai Tower A terus didalami polisi. Dari proses penyidikan, diketahui bahwa korban dan pelaku saling kenal sehari sebelum pembunuhan. ”Baru ketemu saat kejadian,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Ahmad Junaidi Abdillah, pelaku, mengenal Ika Puspita Sari yang menjadi korban lewat sebuah aplikasi media sosial (medsos). Ika yang merupakan perempuan pemuas nafsu pria hidung belang menjajakan jasanya di aplikasi tersebut. Nah, akun perempuan 36 tahun itu terlihat pelaku.

Junaidi tertarik dengan korban. Dalam pemeriksaan, pemuda 20 tahun tersebut mengaku langsung punya minat setelah melihat foto korban di akunnya. Warga Sampang yang indekos di Sawahan tersebut lantas mengirim pesan kepada korban. ”Intinya ingin berkencan,” kata Sudamiran.

Ika yang sudah pengalaman menanggapi pesan pelaku. Warga Semarang itu menyebutkan tarifnya. Yakni, Rp 500 ribu untuk sekali berhubungan intim. Lalu, Rp 800 ribu untuk dua kali dalam semalam.

Sudamiran menjelaskan, pelaku menawar tarif tersebut. Junaidi mengaku ingin dua kali berhubungan intim. Namun, hanya membayar Rp 500 ribu. Ika tidak menolak, tetapi juga tidak lantas sepakat. Dia hanya meminta pelaku datang ke apartemennya kalau memang serius ingin dilayani.

Jawaban itu dianggap persetujuan oleh pelaku. Junaidi mendatangi apartemen korban. Mereka lantas berhubungan intim. Beberapa saat kemudian, pelaku dan korban terlibat pembicaraan di sofa.

Junaidi ingin kembali berhubungan badan. Namun, ajakanya ditolak korban. Ika mengaku sudah lelah. Dia ingin istirahat. Mendapat jawaban itu, pelaku mengeluarkan uang Rp 250 ribu. Junaidi lantas menyerahkannya kepada korban.

Sudamiran menerangkan, korban spontan tidak terima. Ika meminta Rp 500 ribu. Namun, pelaku bergeming. Junaidi berdalih hanya membayar setengahnya karena baru sekali berhubungan intim. ”Korban kemudian memaki pelaku,” katanya. Ika merasa menyesal menerima pelaku sebagai tamu.

Junaidi muntab mendengar kalimat itu. Dia adu mulut dengan korban. Ika yang tidak mau kalah lalu mengumpatnya. Junaidi yang gelap mata mendadak mengambil pisau di atas meja dekat sofa. Lantas, menyabetkannya ke leher korban.

Sudamiran mengatakan, korban sempat menangkis serangan itu. Namun, pelaku semakin kalap. Junadi malah semakin membabi buta menyerang. Ika yang kalah tenaga akhirnya tiga kali terkena sabetan pisau di leher. Melihat korban tidak berdaya, pelaku lantas kabur. Namun, sebelum pergi, dia sempat membawa dua ponsel korban.

Mantan Kasubdit Tipikor Polda Jatim tersebut mengatakan, saat itu korban berusaha mengejar pelaku. Tetapi, Ika sudah lemas di depan lift. ”Meninggal di sana, pelakunya tidak terkejar,” tuturnya.

Junaidi bersikap biasa saat keluar apartemen. Dia menyembunyikan pisau penghabisannya di balik baju. Junaidi kemudian membuangnya di Jalan Darmo Permai untuk menghilangkan jejak.

Sudamiran menjelaskan, pelaku sempat bekerja setelah melakukan pembunuhan itu. Karyawan pabrik keripik usus tersebut tidak ingin mengundang kecurigaan. ”Tetapi, tidak ada kejahatan yang sempurna. Kedatangannya di apartemen terekam CCTV,” ucap polisi dengan dua melati di pundak tersebut. Junaidi diamankan sekitar enam jam setelah pembunuhan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Apartemen Puncak Permai Tower A Rabu (22/4). Ika, korban, ditemukan bersimbah darah di depan lift apartemen. Kondisinya mengenaskan saat ditemukan. Dia hanya mengenakan celana dalam dan tank top. Belakangan terkuak, korban merupakan PSK online yang dibunuh tamunya sendiri.