22/09/2020 12:22 pm
Pesawat Penumpang Batik Air Terbang ke China, Angkut 8,5 Ton Obat untuk RI

Pesawat Penumpang Batik Air Terbang ke China, Angkut 8,5 Ton Obat untuk RI

Pesawat Penumpang Batik Air Terbang ke China, Angkut 8,5 Ton Obat untuk RI

Pesawat Penumpang Batik Air Terbang ke China, Angkut 8,5 Ton Obat untuk RI

Pondok4d 7Meter. Pesawat penumpang Batik Air menjalankan misi kemanusiaan. Pesawat itu dicarter guna mengambil obat-obatan dan peralatan medis dari China.

Dalam siaran pers Lion Air, Sabtu (25/4), penerbangan ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran distribusi barang dan penanganan kargo terutama obat-obatan.

“Telah melayani penerbangan sewa tertentu (charter) dari Bandar Udara Internasional Xiaoshan Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok (HGH), menuju Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK),” kata Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie.

Penerbangan Batik Air itu dilakukan pada 20 April lalu. Penerbangan ID-8622 mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 15.00 WIB dan telah tiba di Hangzhau pukul 22.35 waktu setempat (China Standard Time, GMT+ 08). Dan kemudian terbang kembali ke Indonesia, tiba pada 21 April pukul 06.35 WIB di Soekarno-Hatta.

“Batik Air mengoperasikan pesawat Airbus 320-200 registrasi PK-LUK. Penerbangan ini membawa 17 awak pesawat serta total 1.293 boks dengan berat 8.569 kg obat-obatan. Seluruh kargo telah menjalani pemeriksaan, pengawasan ketat dan dikemas menurut standar yang berlaku,” jelas Achmad.

Captain Achmad menjelaskan, Batik Air dalam penerbangan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah sejalan kelancaran distribusi kargo, membantu misi kemanusiaan di tengah pandemik wabah corona virus disease (covid-19).

“Penerbangan dioperasikan sesuai standard operating procedure (SOP) dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan (safety first),” tegas Achmad.

Batik Air, lanjut Achmad, tetap melakukan penyemprotan cairan khusus (disinfektan) pada seluruh kemasan kargo yang diangkut, meliputi sebelum masuk dalam pesawat (loading) dan setelah dikeluarkan dari pesawat (unloading).

“Batik Air menyampaikan bahwa operasional ini sesuai surat edaran dari regulator yaitu Kementerian Perhubungan SE No. 17 Tahun 2020, yang memperbolehkan pesawat kategori layanan penumpang dapat mengangkut kargo pada kabin pesawat tanpa membawa membawa tamu (penumpang),” sambung Achmad.

Sesuai Protokol Kesehatan

Achmad menjelaskan, untuk operasional penerbangan, sterilisasi dan kebersihan pesawat terus dilakukan serta ditingkatkan. Proses pembersihan pesawat meliputi aircraft interior exterior cleaning (AIEC), terdiri dari Aircraft Interior Cleaning (membersihkan bagian dalam pesawat) dan Aircraft Exterior Cleaning (membersihkan bagian luar pesawat).

Pengerjaan menyeluruh bagian pesawat, antara lain badan pesawat (fuselage) eksterior, ruang kemudi (cokpit), dapur (galley), bagasi kabin (compartement), dinding kabin, kursi awak pesawat dan penumpang, penggantian penutup sandaran kepala (head cover) di kursi, area kargo (bagian bawah pesawat), pintu dan jendela pesawat, karpet lantai kabin, serta tangga menuju pesawat dan lainnya.

“Awak pesawat yang bertugas telah dilengkapi dengan masker, cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer) serta alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan. Awak pesawat menjalani 14 hari karantina sesuai protokol kesehatan yang difasilitasi oleh Lion Air Group,” beber dia.

Selain itu juga, Batik Air tetap melakukan pengecekan kesehatan sebelum terbang kepada pilot, awak kabin dan teknisi yang bertugas. Pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting untuk menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight), agar keselamatan dan keamanan elama dalam penerbangan terjamin.