20/11/2019 1:36 pm
Selain Gugatan Perdata Ashanty Juga Dipolisikan atas Dugaan Penggelapan

Selain Gugatan Perdata Ashanty Juga Dipolisikan atas Dugaan Penggelapan

Selain Gugatan Perdata, Ashanty Juga Dipolisikan atas Dugaan Penggelapan

Selain Gugatan Perdata, Ashanty Juga Dipolisikan atas Dugaan Penggelapan

Pondok4d 7MeterRekan bisnis Ashanty, Martin Pratiwi tidak melulu mengajukan gugatan perdata pada sang artis. Dalam sesi jumpa pers di area Kemang, Jakarta, kesebelasan kuasa hukum Martin Pratiwi menyinggung pihaknya pun membuat laporan pidana terhadap Ashanty.Selain Gugatan Perdata, Ashanty Juga Dipolisikan atas Dugaan Penggelapan.

“Kami mengasumsikan adanya tindak pidana di sini ya. Sekali lagi kami sampaikan, kami baru menduga. Karena kami mengasumsikan sebagai penduduk negara yang baik, ya kami laporkan,” ujar Udhin Wibowo selaku pengacara Martin Pratiwi, Jumat (25/10/2019).

Dalam laporan Martin Pratiwi, Ashanty dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP. Udhin menduga, terdapat indikasi tindak pidana penggelapan dan penipuan di balik perbuatan Ashanty yang dianggap membawa kabur separuh hasil deviden hasil penjualan produk kosmetik mereka.

“Entah tersebut uang kemana,” kata Udhin lagi.

Laporan pidana Martin Pratiwi terhadap Ashanty telah diterima pihak kepolisian pada 30 Juli 2019. Udhin Wibowo mengatakan, besar bisa jadi Ashanty menjadi tersangka bilamana bersikap tidak kooperatif.

“Untuk ketika ini masih etape lidik. Mungkin nanti segera bakal dipanggil terlapor, nanti bila terlapor enggak hadir, anda enggak tahu. Kemungkinan bakal naik (jadi tersangka),” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Martin Pratiwi kembali mengemukakan gugatan sangkaan wanprestasi yang dilaksanakan Ashanty ke Pengadilan Negeri Purwokerto pada 11 Oktober 2019. Dalam berkas gugatan, Pratiwi menuntut Ashanty guna mengubah kerugian sebesar Rp14,3 miliar.

Ashanty dan Martin Pratiwi tercebur perseteruan dalam kerjasama bisnis kosmetik yang mereka kelola bersama. Martin Pratiwi menuding Ashanty mengerjakan wanprestasi dengan tidak memberikan keuntungan penjualan produk parfum cocok ketentuan untuk hasil yang disepakati bersama.

“Entah tersebut uang kemana,” kata Udhin lagi.

Laporan pidana Martin Pratiwi terhadap Ashanty telah diterima pihak kepolisian pada 30 Juli 2019. Udhin Wibowo mengatakan, besar bisa jadi Ashanty menjadi tersangka bilamana bersikap tidak kooperatif.

“Untuk ketika ini masih etape lidik. Mungkin nanti segera bakal dipanggil terlapor, nanti bila terlapor enggak hadir, anda enggak tahu. Kemungkinan bakal naik (jadi tersangka),” pungkasnya.