Sempat Dikira Rasi Bintang Ternyata Fenomena Ini Hanyalah Air Kencing Astronaut

Sempat Dikira Rasi Bintang Ternyata Fenomena Ini Hanyalah Air Kencing Astronaut

Sempat Dikira Rasi Bintang Ternyata Fenomena Ini Hanyalah Air Kencing Astronaut

Sempat Dikira Rasi Bintang Ternyata Fenomena Ini Hanyalah Air Kencing Astronaut

Amerika Serikat telah meluncurkan astronaut pertamanya ke orbit pada 20 Februari 1962. Kala itu, seorang bernama John Glenn membuktikan AS dapat sejajar dengan Soviet.

Misi Glenn kali itu berlangsung selama lima jam, seperti ditulis oleh Robert Pearlman seorang editor collectSPACE.com. Sang astronaut itu harus mengumpulkan data untuk Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA). Kala itu ia mengonsumsi makanan dari tabung, dan melaporkan segala hal yang terjadi padanya dalam gravitasi nol, termasuk rasi bintang yang ia lihat.

“Roger. Gravitasi nol dan saya merasa baik-baik saja. Kapsul berbalik. Oh! Pandangan itu luar biasa!” katanya kepada kontrol misi, seperti dilansir dari Cosmoquest.org pada Jumat (9/8/2019).

Saat itu Glenn juga mengamati sekelilingnya, termasuk memandang ke luar jendela wahana antariksanya. Ia memasuki bayangan Bumi, dengan matahari tampak terbit dan terbenam setiap 45 menit di orbit.

Ia kembali melaporkan apa yang terjadi kepada kontrol misi, termasuk langit gelap di hadapannya.

“Langit di atas benar-benar hitam, benar-benar hitam. Saya bisa melihat bintang di atas,” kata Glenn.

Ia lalu menjelaskan tentang rasi bintang yang ia lihat. Glenn memang telah menghafal banyak rasi bintang, jadi bukan perkara sulit baginya untuk menyebut apa saja yang di hadapan mata kepalanya.

Sejumlah Rasi Bintang Disebutkan

Rasi Bintang

Glenn lalu mulai menyebutkan beberapa rasi bintang yang ia lihat di langit berbintang. Dia melaporkan melihat Aries dan Triangulum.

Kontroler darat, ditempatkan di stasiun komunikasi yang tersebar di seluruh dunia, juga memberi tahu dia tentang konstelasi apa yang akan muncul selanjutnya.

Selama tiga orbit pertamanya, ketika malam menjadi siang dan matahari terbit dari belakang dirinya, Glenn kembali mengintip ke luar jendela. Kali ini ia melihat bintang-bintang jauh lebih banyak, dan kumpulan bintang itu bergerak!

Glenn segera melapor fenomena menakjubkan yang ia saksikan.

“Ini Persahabatan Tujuh. Saya akan mencoba menggambarkan apa yang saya alami. Saya melihat massa besar dari beberapa partikel yang sangat kecil. (Benda-benda) itu bersinar terang, seolah-olah mereka bercahaya. Saya tidak pernah melihat yang seperti ini,” kata Glenn menjelaskan. “(Benda-benda itu) datang dengan kapsul, dan mereka terlihat seperti bintang-bintang kecil,” lanjutnya.

Glenn menyebut kumpulan bintang kecil itu tampak seperti kunang-kunang. Apakah itu fenomena astronomi baru? Saat itu NASA tidak ada yang mengetahui.

Terjunkan Misi Lanjutan, Menyelidiki ‘Rasi Bintang’ Misterius

Rasi bintang Orion (kiri) dan Salib Selatan (kanan)

Jawaban dari fenomena aneh itu tidak kunjung terkonfirmasi, hingga pesawat ruang angkasa Mercury berikutnya –yang dijuluki Aurora 7– diluncurkan ke orbit pada Mei 1962. Kala itu astronaut Scott Carpenter adalah pengemban misi.

Carpenter secara khusus ditugaskan untuk mencoba mengamati dan memotret partikel-partikel yang dilaporkan oleh Glenn.

“Wah, kunang-kunang terang dan cantik,” lapor Carpenter. “Saya punya kunang-kunang, mereka sangat cerah,” lanjutnya.

“Beberapa tampak bersinar tetapi saya tidak percaya mereka benar-benar bersinar. Itu hanya cahaya matahari,” lanjutnya.

Carpenter segera mengidentifikasi sumber cahaya itu adalah potongan-potongan kecil es putih. “Saya menilai dari sini bahwa seluruh sisi kapsul sepertinya beku,” lanjutnya.

Misterinya terpecahkan, yang mungkin merupakan akhir dari pembicaraan tentang ‘rasi bintang’ misterius ini. Hal itu berkat seorang astronaut Mercury lain bernama Walter Wally Schirra.

Bernama Rasi ‘Urion’?

Berbagai jenis rasi bintang atau konstelasi

Walter Wally Schirra (Wally) adalah seorang astronot yang menerbangkan misi Mercury yang kedua hingga terakhir, tetapi saat itu berada di Gemini VI bersama dengan astronot Thomas Stafford. Kala itu, objek kunang-kunang muncul kembali.

“Mereka menampakkan diri kepada John Glenn sebagai kunang-kunang. Bagi yang lain melihat dengan cepat, seperti yang dilakukan Tom Stafford pada saat pertemuan, mereka menyerupai medan bintang,” kata Wally bertahun-tahun kemudian.

“Seperti yang saya katakan sebelumnya, sumber mereka adalah air yang dilepaskan dalam proses pertukaran panas yang mendinginkan pakaian luar angkasa kita. Sumber lain adalah air seni,” lanjutnya.

“Kami kencing di (atas) seluruh dunia,” tutur Wally singkat.

Wally dan Stafford sempat memotret air seni mereka yang dikeluarkan dan beku. Urin itu lalu berkilauan di bawah sinar matahari.

“Kami mencatat setiap pemotretan dengan label – tetesan urin saat matahari terbit, tetes urin saat matahari terbenam, dan lain-lain,” kata Wally, yang meninggal pada 2007.

Setelah penerbangan, seorang astronom NASA memperhatikan foto-foto itu yang tergeletak bersama dengan foto-foto angkasa luar lainnya.

“Wally, rasi bintang apa ini?”, Tanya Dr. Jocelyn Gill.

“Jocelyn,” panggilnya, “Itulah rasi bintang Urion,” jawab Wally bercanda, merujuk pada urin atau air kencing astronaut – penyebab sebenarnya fenomena bintang bercahaya seperti kunang-kunang.