13/11/2019 4:32 am
Tak Pantang Menyerah, 4 Orang Ini Raih Gelar Sarjana di Usia yang Sudah Tak Lagi Muda

Tak Pantang Menyerah, 4 Orang Ini Raih Gelar Sarjana di Usia yang Sudah Tak Lagi Muda

Tak Pantang Menyerah, 4 Orang Ini Raih Gelar Sarjana di Usia yang Sudah Tak Lagi Muda

Tak Pantang Menyerah, 4 Orang Ini Raih Gelar Sarjana di Usia yang Sudah Tak Lagi Muda

Pondok4d– Tak salah memang perkataan yang bilang bahwa ‘belajar itu tak pernah pandang usia’, 4 orang ini berhasil membuktikannya. Untuk bisa duduk di bangku kuliah, kebanyakan orang-orang langsung melanjutkan setelah lulus SMA bukan?

Nonton Movie-Tapi berbeda dengan mereka, di usia yang enggak lagi muda, semangat untuk menimba ilmunya tetap kuat. Alhasil, sambil berkecimpung mengurus kehidupan, orang-orang ini belajar dan menyelesaikan gelar sarjananya. Mau tau seperti apa kisah mereka? Yuk, simak terus ulasan Boombastis.com kali ini.

Yasuko Fuji, raih sarjana ilmu sosial di usia 80 tahun

Bandar togel-Yasuko Fuji adalah seorang imigran asal Jepang yang mengungsi dan tinggal di Amerika pada pertengahan tahun 1960-an. Ia harus menunggu sangat lama untuk bisa merasakan menjadi seorang sarjana. Dilansir dari @wowfakta, Fuji harus menunda pendidikannya demi mengurus keluarganya. Sebelumnya, ia melanjutkan pendidikan di Mesa College sesaat setelah suaminya meninggal dunia.

Yasuko Fuji

PREDIKSI TOGEL PALING JITU-Belum sampai selesai, dua tahun lalu ia pindah ke San Diego State University (SDSU). Karena usia, ia jelas mengalami kendala, terlebih saat menekuni berbagai teknologi modern. Untung, karena bantuan anak perempuannya, semua terasa lebih mudah. Kerja kerasnya tak sia-sia, nenek berusia 80 tahun ini akhirnya meraih gelar sarjana di bidang ilmu sosial pada hari Jumat (17/05/2019).

Xue Minxiu raih gelar sarjana e-commmerce di usia 81 tahun

Hampir sama seperti Yasuko Fuji, nenek asal Tiongkok ini juga baru meraih gelar sarjana di usianya ke 81 tahun. Xue Minxiu tak pernah merasa jika ia terlalu tua untuk menerima sebuah toga. Xue Minxiu mengatakan bahwa menjadi sarjana adalah impian masa kecil yang baru terwujud di masa tuanya. Sebenarnya, ia pernah diterima di Universitas Northwest.

Wisuda di usia 81 tahun 

Namun, saat itu dia tengah bekerja sebagai perawat di sebuah sanatorium di Xi’an, Shaanxi, sehingga kesempatan tersebut luput begitu saja. Berkali-kali gagal masuk karena tak memenuhi persyaratan, pada 2014 ia baru diterima di di Universitas Tianjin, jurusan e-commerce. Belajar otodidak mengantarkan nenek 81 tahun ini lulus pada awal Februari 2018 lalu. Ia ternyata tak hanya berhasil mendapat gelar sarjana, tetapi juga mahir dan menguasai empat bahasa, Inggris, Prancis, Rusia, dan Latin.

Nola Ocs, wisuda bareng dengan cucunya

Kalau selama ini nenek biasanya menyambut kamu saat menjadi sarjana, Nola ini malah mengalami hal yang unik, ia diwisuda di hari yang sama dengan cucunya. Ya, lulus sarjana di usia 95 tahun. Masuk sebagai mahasiswa jurusan sejarah di Fort Hays State University, Kansas, As, Nola sebenarnya sudah back-to school sejak usianya 60 tahun. Sayang, perjalanan kuliah memang enggak semudah yang dibayangkan alias harus on-off.

Sarjana di usia 90 tahun 

Akhirnya, dengan kegigihan dan semangat juang tanpa Lelah, Nola baru berhasil lulus 35 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2007. Yang membuat unik adalah, ia diwisuda di hari yang sama dengan cucunya, Alexandra yang berusia 21 tahun. Tiga tahun kemudian, di usia 98 tahun, Nola lulus dan berhasil mendapat gelar master. See, enggak ada yang namanya sekolah terkendala umur ya.

Atomic Leow, ingin menjadi dokter karena semua keluarganya berprofesi sama

Nah, kalau yang ini sebenarnya bukan karena belum pernah kuliah ya, tetapi karena menemukan keinginan menjadi dokter setelah sekian lama. Atomic hidup dikelilingi oleh keluarga yang hampir semuanya berprofesi sebagai seorang dokter, mulai dari anak, keponakan, sepupu hingga cucunya. Karenanya di usianya yang sudah kepala enam.

Lulus di usia 66 tahun 

Berbekal tekad dan motto ‘nothing is impossible’ ia pergi ke Romania dan masuk University GT Popa of Medicine and Pharmacy. Enam tahun kemudian, ia dinyatakan selesai dan mendapat predikat sebagai lulusan dokter tertua di dunia. Bapaknya aja semangat, apalagi kamu.

Mereka adalah orang-orang yang berhasil mematahkan stigma bahwa pendidikan hanya untuk generasi muda. Jika ada kemauan dan masih mampu belajar, maka tidak ada alasan untuk tidak bisa karena usia sudah senja. Buktinya, empat orang ini berhasil sarjana di usia yang sudah sangat tua, ada yang mendekati satu abad bahkan.